Dunia penerbangan Indonesia kembali berkabung. Di penghujung tahun 2014
tepatnya pada hari minggu tanggal 28 Desember 2014 pukul 06.12 WIB pesawat Airbus 320-200 milik
Airasia dengan NO Penerbangan QZ 8501 hilang kontak dengan menara Air Traffic
Control ( ATC ) setelah sang pilot minta
ijin untuk menaikan pesawat dari ketinggian 32000 kaki ke ketinggian 38000 kaki. Pihak ATC belum
sempat mengijinkan namun pesawat hilang dari radar ATC. Banyak pengamat
memperkirakan pesawat menerjang awan comulonimbus namun semua kita serahkan kepada
pihak KNKT untuk menginvestigasi dengan cermat dan akurat sebab musabab
jatuhnya pesawat tersebut. Tugas kita adalah mendoakan ke 155 penumpang yang di
perkirakan meninggal dunia semoga arwah mereka di terima di sisiNya dan
keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan.
Jenis awan dalam dunia pelayaran sangat penting dengan pengamatan awan kita bisa mempridiksi datangnya hujan, badai dan lain sebagainya. Selain itu jenis awan juga kita catat dalam buku jurnal ( Logbook ) deck ketika kita mengadakan pelayaran.
Hari jatuhnya pesawat Airasia QZ 8501 kebetulan kami dalam pelayaran di laut jawa. Malam
sebelum kejadian jatuhnya pesawat tersebut langit di laut jawa di penuhi dengan awan hitam pekat dan hujan deras dengan angin yang cukup kencang di
sertai petir. Awan cumulonimbus hampir merata di atas laut jawa mulai malam
sampai pagi Pukul 10.00 Wib. Ini saya
kira hanya sebuah kebetulan saja.
Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan kembali tentang nama – nama awan
dalam dunia pelayaran. Agar kita bisa waspada dan memperkirakan terjadinya
hujan atau petir di tengah pelayaran kita. Kita mulai dengan awan yang paling
di hindari dalam dunia penerbangan maupun dunia pelayaran.
1.Cumulonimbus
Cumulonimbus bisa dibilang raja dari segala awan. Awan cumulonimbus merupakan awan yang paling ditakuti penerbang, awan yang paling sering membuat bencana, ditambah lagi awan ini merupakan satu-satunya awan yang dapat menghasilkan muatan listrik (mirip seperti baterai raksasa di langit). Tornado alias puting beliung, downburst, dan hail dapat terbentuk hanya di dalam awan ini. Awan cumulonimbus dapat terbentuk sendiri, sepanjang front, sepanjang ITCZ, atau di dalam cluster dan squall line.
Cumulonimbus bisa dibilang raja dari segala awan. Awan cumulonimbus merupakan awan yang paling ditakuti penerbang, awan yang paling sering membuat bencana, ditambah lagi awan ini merupakan satu-satunya awan yang dapat menghasilkan muatan listrik (mirip seperti baterai raksasa di langit). Tornado alias puting beliung, downburst, dan hail dapat terbentuk hanya di dalam awan ini. Awan cumulonimbus dapat terbentuk sendiri, sepanjang front, sepanjang ITCZ, atau di dalam cluster dan squall line.
Bentuk Awan Comulonimbus
Cumulonimbus merupakan awan padat dengan perkembangan vertikal menjulang tinggi, mirip gunung atau menara, bagian puncaknya berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata. Melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head.
Cumulonimbus merupakan awan padat dengan perkembangan vertikal menjulang tinggi, mirip gunung atau menara, bagian puncaknya berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata. Melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head.
![]() |
awan comulonimbus |
Bahaya yang paling fatal adalah terjadinya mati semua mesin pesawat dan tidak berfungsinya peralatan navigasi udara.
Cumulonimbus menimbulkan kilat (lightining) dan guntur (thundestorm), hujan lebat, angin kencang, bisa menimbulkan hujan es.
Pada
umumnya Cumulonimbus terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulus
yang aktif. Cumulus menjadi Towering Cumulus menjadi Cumulonimbus .
Cumulonimbus dapat
terjadi atau muncul dari perkembangan atau pertumbuhan jenis awan yang lain.
Pertumbuhan awan rendah Stratocumulus atau pertumbuhan
awan menengah Altostratus, Nimbostratus, dan Altocumulus.
2. Cumulus

Bentuk Awan Cumulus
Awan Cumulus
Cumulus tampak terpisah-pisah, pada umumnya padat dengan batas yang jelas. Pertumbuhan vertical atau tegak, mirip menara atau gunung atau kubah dengan puncaknya menyerupai bunga kol yang pada bagian-bagian yang terkena sinar matahari akan tampak putih kemilau sedangkan pada dasar tampak rata.
Cumulus terdiri dari tetes-tetes air, sedangkan butir-butir es atau kristal-kristal es atau kristal-kristal salju biasa tertutup pada bagian awal yang suhunya di bawah 0 C.
Jenis Awan Cumulus
1) Cumulus Humulis (CL=1), tampak sebagai Cumulus kecil-kecil, terbentuk pada saat-saat angin timuran atau angin pasat dan ukuran tinggi lebih pendek dari pada lebar dasarnya.
2) Cumulus Mediocris (CL=2), dengan ukuran tinggi sedang dan ukuran tingginya lebih panjang dari lebar dasarnya. Puncaknya berbentuk tonjolan kecil.
3) Cumulus Congestus, mengalami perkembangan vertikal ke atas yang jelas dan tinggi dengan puncaknya berbentuk bunga kol.
1) Cumulus Humulis (CL=1), tampak sebagai Cumulus kecil-kecil, terbentuk pada saat-saat angin timuran atau angin pasat dan ukuran tinggi lebih pendek dari pada lebar dasarnya.
2) Cumulus Mediocris (CL=2), dengan ukuran tinggi sedang dan ukuran tingginya lebih panjang dari lebar dasarnya. Puncaknya berbentuk tonjolan kecil.
3) Cumulus Congestus, mengalami perkembangan vertikal ke atas yang jelas dan tinggi dengan puncaknya berbentuk bunga kol.
3. Stratus
Stratus merupakan awan rendah yang biasanya menandai kestabilan udara atau inversi suhu. Awan stratus dapat terbentuk akibat menyebarnya awan stratucumulus akibat adanya inversi suhu. stratus juga dapat bertahan berhari-hari di wilayah anticyclone. Pada saat terjadi front panas yang lemah, awan ini kerap muncul dan membawa presipitasi ringan, yaitu drizzle.
Stratus berupa lembaran-lembaran atau lapisan-lapisan berwarna abu-abu dengan dasar yang teratur. Jika matahari masih terlihat dari balik awan ini maka tepi awannya akan tampak jelas. Kadang-kadang berbentuk pecah-pecah dan tampak kasar (frakto stratus). Untuk stratus tebal mampu menutup sinar matahari atau bulan.
Stratus terdiri dari tetes-tetes air yang sangat kecil dan yang cukup besar dapat menjadi tetes-tetes Drizzle atau prisma-prisma es atau butir-butir salju.
stratus umumnya berbentuk lapisan awan yang mirip kabut berwarna abu-abu dengan tinggi dasar awan yang rendah, hujan yang terjadi adalah gerimis atau drizzle. Bisa juga terjadi dari awan Cumulus dengan dasar yang rendah
Proses
pembentukannya adanya proses pendinginan pada atmosfer bagian bawah dekat
permukaan, bisa juga terbentuk dari Stratocumulus
yang dasarnya merendah atau kehilangan bentuk-bentuk. Awan stratus
yang tampak kasar disebut fractostratus.awan ini merupakan awan tambahan yang terbentuk karena
pengaruh turbulensi yang
disebabkan oleh munculnya udara basah yang berasal dari endapan yang turun dari
Altocumulus.
4. Sratocumulus
![]() |
Awan Sratocumulus |
Sratocumulus merupakan awan rendah. Semua awan rendah dapat menghasilkan presipitasi, begitupun awan stratocumulus. secara umum, stratocumulus dibedakan menjadi dua jenis,yaitu stratocumulus undulatus (bergelombang) dan stratocumulus cumuliformis (seperti cumulus).
Bentuk Awan Stratocumulus
Stratocumulus berupa perca-perca atau lembaran-lembaran berwarna abu-abu atau keputih-putihan atau campuran keduanya. Terdiri dari massa awan yang bulat, gumpalannya nampak mengumpul/terpisah, dan elemen-elemennya tersusun secara teratur yang besarnya sekitar 5 derajat.
Jenis
1) Stratocumulus Translucidus (CL=5), mirip Altocumulus translucidus yang membedakan tingkat dasarnya.
2) Stratocumulus Opacus (mirip CL=5), mirip Altocumulus Opacus.
3) Stratocumulus Undulatus. Bentuknya mirip Cl = 5, bentuknya bergelombang
4) Stratocumulus Veperalis, CL=4 bentuk lapisannya tebal tipis.
5) Stratocumulus Comuloginitus (CL=4), terjadi dari bentangan Cumulus.
Awan Nimbostratus merupakan awan menengah, namun pada kenyataannya awan ini dapat merendah di ketinggian awan rendah. Nimbo berasal dari baha latin Nimbus yang artinya endapan atau presipitasi. Awan ini dapat menghasilkan endapan baik hujan maupun salju. ketebalan awan nimbostratus bisa mencapai 2 km atau 2000

Nimbostratus berupa lembaran/lapisan awan berwarna abu-abu dan tampak gelap tidak teratur. Umumnya di daerah lintang tinggi/sedang yang disertai dengan hujan salju yang tidak continue. Karena ketebalannya maka matahari tidak tampak di balik awan ini.
pada umumnya nimbostratus terdiri dari titik-titik air untuk daerah tropis sedangkan pada daerah lintang tinggi mengandung butir-butir salju atau campuran keduanya.
Pada umumnya awan ini sendirian dan dasar awannya tidak tampak, hujan terus-menerus tanpa Guntur. Terdiri dari Altostratus yang menebal lalu merendah.
6. Altostratus
Altostratus merupakan awan menengah (middle cloud). awan ini dapat menghasilkan presipitasi ringan dan virga (hujan yang tidak sampai ke tanah). species-species awan dari altostratus antara lain : altostratus undulatus, altostratus opacus, dan altostratus translucidus.
Bentuk Awan Altostratus
Altostratus berupa lembaran/lapisan atau jalur-jalur berwarna keabu-abuan dan berserabut, mampu menutup seluruh langit. Pada bagian-bagian awan yang tipis masih dapat ditembus oleh sinar matahari kecuali yang tebal.
Bentuk Awan Altostratus
![]() |
Awan Altostratus |
Altostratus berupa lembaran/lapisan atau jalur-jalur berwarna keabu-abuan dan berserabut, mampu menutup seluruh langit. Pada bagian-bagian awan yang tipis masih dapat ditembus oleh sinar matahari kecuali yang tebal.
Altostratus
terdiri dari butiran-butiran air.
Altostratus dapat terjadi dari awan Nimbostratus yang menipis atau dari Cirrostratus yang menebal kemudian merendah sampai ke lapisan awan menengah.
Pada umumnya Altostratus terbentuk merata akibat adanya gerak udara secara vertikal yang naik secara perlahan-lahan sampai lapisan menegah.
Altostratus dapat terjadi dari awan Nimbostratus yang menipis atau dari Cirrostratus yang menebal kemudian merendah sampai ke lapisan awan menengah.
Pada umumnya Altostratus terbentuk merata akibat adanya gerak udara secara vertikal yang naik secara perlahan-lahan sampai lapisan menegah.
7. Altocumulus
![]() |
Awan Altocumulus |
Altocumulus
merupakan awan menengah bersama altostratus dan nimbostratus. Kemunculan awan
altocumulus congestus (salah satu species awan altocumulus) ini biasanya
menandakan akan datangnya thunderstorm
Bentuk Awan Altocumulus
Altocumulus
mirip dengan Cirrocumulus, tapi bulatan massa awan altocumulus
lebih luas berupa massa awan yang berbentuk bulatan atau bergulung-gulung
teratur dengan ukuran 1derajat < α < 5derajat atau lebih besar dari Cirrocumulus.
Lapisan atau lembaran awan berwarna putih atau keabu-abuan atau kedua-duanya
sehingga terbentuk bayangan di permukaan bumi jika terkena sinar matahari.
Awan
altocumulus terdiri dari tetes air yang kelewat dingin.
Altocumulus
dapat terjadi dari menebalnya awan Cirrocumulus kemudian
merendah.
Perubahan dari awan Altostratus atau Nimbostratus.
Turbulensi vertikal sampai ke lapisan menengah.
Jenis Awan Altocumulus
1) Altocumulus Translucidus (CM=3), massa awan yang berbentuk bulatan-bulatan atau bergulung-gulung, tepinya bercahaya dari celah-celahnya, apabila tidak ada awan tinggi maka langit biru tampak. Bulatannya 3o < α < 5o
2) Altocumulus Opacus (CM=5), lapisan awan tebal dimana di dasarnya atau bawahnya masih terdapat/tampak kerutan atau lekukan-lekukan/kantong-kantong sehingga sinar bulan atau matahari tidak mampu menembusnya.
3) Altocumulus Cumuloginitus (CM=6), terjadi dari bentangan Cumulus (atau Cb).
4) Altocumulus Castellatus (CM=8), menjulang tinggi seperti tembok, benteng, castil, atau menara dan mirip awan Cumulus.
5) Altocumulus Lenticularis (CM=4), massa awan yang tipis, terpisah-pisah, berbentuk seperti lensa dan kelihatan terus berubah.
6) Altocumulus Pilus (CM=7), Keberadaanya di dekat atau di puncak awan Cumulus atau Cumulonimbus terlihat seolah-olah mengahalangi pertumbuhan induknya
7) Altocumulus Percipitans (CM=9), menimbulkan hujan ringan, tidak kontinyu
Perubahan dari awan Altostratus atau Nimbostratus.
Turbulensi vertikal sampai ke lapisan menengah.
Jenis Awan Altocumulus
1) Altocumulus Translucidus (CM=3), massa awan yang berbentuk bulatan-bulatan atau bergulung-gulung, tepinya bercahaya dari celah-celahnya, apabila tidak ada awan tinggi maka langit biru tampak. Bulatannya 3o < α < 5o
2) Altocumulus Opacus (CM=5), lapisan awan tebal dimana di dasarnya atau bawahnya masih terdapat/tampak kerutan atau lekukan-lekukan/kantong-kantong sehingga sinar bulan atau matahari tidak mampu menembusnya.
3) Altocumulus Cumuloginitus (CM=6), terjadi dari bentangan Cumulus (atau Cb).
4) Altocumulus Castellatus (CM=8), menjulang tinggi seperti tembok, benteng, castil, atau menara dan mirip awan Cumulus.
5) Altocumulus Lenticularis (CM=4), massa awan yang tipis, terpisah-pisah, berbentuk seperti lensa dan kelihatan terus berubah.
6) Altocumulus Pilus (CM=7), Keberadaanya di dekat atau di puncak awan Cumulus atau Cumulonimbus terlihat seolah-olah mengahalangi pertumbuhan induknya
7) Altocumulus Percipitans (CM=9), menimbulkan hujan ringan, tidak kontinyu
8. Cirrostratus
![]() |
Awan Cirrostratus |
Cirrostratus merupakan awan yang
sulit dideteksi, namun dengan adanya awan ini, itu biasanya menandakan
datangnya front panas. Ini berarti mungkin akan ada hujan atau jatuhnya
presipitasi. Cirrostratus dapat menimbulkan HALO jika cukup tebal.
Bentuk Awan
Cirrostratus
Cirrostratus berupa serabut dengan jalur-jalur yang tipis atau cadar atau mirip kerudung, halus berwana keputih-putihan dan mampu menutup sebagian atau seluruh langit serta dapat menimbulkan HALO dengan besaran sudut 22 derajat.
Cirrostratus berupa serabut dengan jalur-jalur yang tipis atau cadar atau mirip kerudung, halus berwana keputih-putihan dan mampu menutup sebagian atau seluruh langit serta dapat menimbulkan HALO dengan besaran sudut 22 derajat.
Cirrostratus
terdiri dari kristal-kristal es atau butir-butir es.
Jenis Awan Cirrostratus
1) Cirrostratus Nobulosus (CH=5 atau CH=6), menyerupai cadar yang halus atau kerudung.
2) Cirrostratus Filocius (CH=8), terbentuk dari perkembangan Cirrus Densus yang lebar atau menipis.
3) Cirrostratus Fibratus (CH=7), menutupi seluruh langit, sering menimbulkan halo.
1) Cirrostratus Nobulosus (CH=5 atau CH=6), menyerupai cadar yang halus atau kerudung.
2) Cirrostratus Filocius (CH=8), terbentuk dari perkembangan Cirrus Densus yang lebar atau menipis.
3) Cirrostratus Fibratus (CH=7), menutupi seluruh langit, sering menimbulkan halo.
9. Cirrocumulus
Cirrocumulus
merupakan awan tinggi (high cloud). bentuknya
mirrip dengan stratocumulus dan altocumulus, namun dengan
bulatan-bulatan yang lebih kecil dibandingkan kedua awan tersebut jika di lihat dari permukaan.
Bentuk Awan Cirrocumulus
Biasa berupa lensa atau perca-perca atau biji-bijian yang pusarannya < 1derajat, tipis dan berwarna putih tanpa bayangan, deretannya hampir teratur, mirip sisik ikan. Awan ini sering terlihat seperti serpihan-serpihan kecil atau massa-massa bulatan awan yang sangat kecil. Jika susunannya serba sama atau teratur, pelaut biasanya menyebutnya langit Macharel.
Sebagian besar terdiri dari kristal-kristal es dan terdapat tetes-tetes air yang kelewat dingin(super cooled droplets) yang sifatnya mudah membeku dan mudah menjadi kristal-kristal es. Pada umunya Cc jarang sendiri, biasnya bercampur dengan awan Ci atau Cs. Jika Cc sebagian besar lebih besar dari Cs dan Ci, CH=9.
Bentuk Awan Cirrocumulus
Biasa berupa lensa atau perca-perca atau biji-bijian yang pusarannya < 1derajat, tipis dan berwarna putih tanpa bayangan, deretannya hampir teratur, mirip sisik ikan. Awan ini sering terlihat seperti serpihan-serpihan kecil atau massa-massa bulatan awan yang sangat kecil. Jika susunannya serba sama atau teratur, pelaut biasanya menyebutnya langit Macharel.
Sebagian besar terdiri dari kristal-kristal es dan terdapat tetes-tetes air yang kelewat dingin(super cooled droplets) yang sifatnya mudah membeku dan mudah menjadi kristal-kristal es. Pada umunya Cc jarang sendiri, biasnya bercampur dengan awan Ci atau Cs. Jika Cc sebagian besar lebih besar dari Cs dan Ci, CH=9.
10. Cirrus (Ci)
Cirrus
merupakan sebutan dari awan tipis, halus dan berserabut. Kata Cirro digunakan
untuk sebutan dari bentuk-bentuk awan yang selevel dengan cirrus, contohnya
Cirrocumulus dan cirrostratus.
Bentuk Awan
Cirrus
![]() |
Awan Cirrus |
Terdiri dari kristal-kristal es. Cirrus tebal atau cirrus densus, mampu menghalangi datangnya sinar matahari dan bulan sehingga menimbulkan halo (lingkaran seperti cincin, fenomena alam yang terjadi sebagai proses kristal es dalam awan cirrus yang membiaskan sinar matahari dan bulan.
Tipe awan ini umumnya berbentuk sederhana, penyebarannya tidak tetap namun mudah dikenal yaitu pada saat ada sinar/cahaya yang terang.Dan tampak membentuk jalur-jalur yang rata. Mengingat ketinggian, apabila tidak ada jenis awan lain maka cuaca cerah. jika Cirrus dilihat pada posisi horison yaitu pada saat matahari terbit dan terbenam maka daerah tersebut tampak cahaya berwarna kuning terang/merah dan hampir menutup seluruh langit di atasnya.
Jenis Awan Cirrus
1) Cirrus Fibratus (CH=1), berbentuk benang atau mirip rambut halus rata atau melengkung seperti mirip bulu ayam.
2) Cirrus Uncinus (CH=4), mirip bentuk kail atau koma atau puncaknya mirip jambul.
3) Cirrus Densus (CH=2 dan CH=3), cukup tebal bagi penglihatan sehingga tampak keabu-abuan jika dilihat ke arah matahari. Terbentuk dari sisa-sisa landasan Cb yang terurai dank arena tebalnya kadang-kadang sulit dibedakan dengan awan menengah As, bentuknya terpisah-pisah, massa awan yang kusut dan biasanya tidak bertambah. Menyerupai perca-perca.
4) Cirrus Nothus (Ci palsu), awan ini terjadi karena puncak Cb yang terurai atau pecah.
Pustaka : Dari Beberapa sumber
1 comment:
Flying in an airplane is very comfortable but you would feel a little turbulence when the plane crashed into the cloud.
http://www.suksestoto.com/
Post a Comment